Dominus Vobiscum


            Pada setiap negara, pemuda pasti memiliki kedudukan yang penting dalam setiap sektor walaupun dalam sektor tersebut bukan pemuda yang didapati sebagai pemimpin. Ini dikarenakan kesadaran yang dimiliki oleh bangsa-bangsa bahwa pemuda memiliki kedudukan yang penting untuk meneruskan kehidupan dan kemajuan bangsa mereka di kemudian hari. Oleh karena itu, sejak awal para pemuda dan pemudi dididik dalam bidang-bidang yang mereka minati untuk menjadi pribadi yang tangguh dan maju dalam bidang tersebut. Para pemuda dipersiapkan untuk menjadi pengganti mereka kelak dengan memberikan mereka kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas tersebut. Pendidikan dan pelatihan memang sangat dibutuhkan oleh para pemuda sejak dini, karena dengan bekal inilah mereka akan mampu menjalani hidup mereka di kemudian hari.
            Walau menyadari besarnya peranan pemuda di kehidupan bangsa ini kelak, namun masih didapati ketidakmerataan pendidikan dan pelatihan, terutama pendidikan yang diperoleh masing-masing pemuda dan pemudi Indonesia. Dengan focus pembangunan yang lebih diutamakan di Indonesia bagian barat, maka hal yang sama terjadi pada pendidikan para pemuda-pemudi. Kaum muda bangsa yang berada di wilayah Indonesia Timur, misalnya wilayah Papua, Nusa Tenggara, Lombok, dan pulau-pulau kecil jarang mendapatkan perhatian oleh pemerintah terkait kualitas pendidikan yang didapatkan oleh generasi muda disana, padahal setiap saat pemerintah mendengung-dengungkan bahwa setiap insan warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang memadai, setara, dan dibutuhkan untuk kehidupan mereka kelak dan pemerintah sebagai pihak yang bertanggungjawab atas terpenuhinya kesejahteraan bangsa dan negara bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya tersebut. Namun dengan kecenderungan yang masih dibawa oleh pemerintah, yakni kecenderungan untuk memusatkan pembangunan di Indonesia di wilayah Pulau Jawa dan bahkan mengidentikkan Indonesia dengan Jawa maka daerah-daerah lain di luar Pulau Jawa cenderung mendapatkan porsi pembangunan serta pendidikan yang tidak setara dengan pendidikan di Pulau Jawa. Hal ini bisa diperhatikan dengan tingginya jumlah siswa SMA yang memilih untuk melanjutkan perguruan tinggi di Pulau Jawa dibandingkan dengan melanjutkan di daerah mereka sendiri. Hal ini bisa dikarenakan dua faktor yakni tidak tersedianya perguruan tinggi di daerah asal mereka atau sudah tersedia perguruan tinggi, namun perguruan tinggi tersebut tidak memiliki kualitas yang mereka inginkan atau bahkan bisa saja perguruan tinggi tersebut didirikan hanya untuk memberikan suatu citra kepada pihak luar bahwa pendidikan di luar Pulau Jawa telah dilakukan dan sedang dikembangkan, padahal sebenarnya ini hanyalah suatu tindakan pencitraan yang tidak lain setelah pihak luar melihat bukti telah diadakan pendidikan di luar Jawa, selanjutnya perguruan-perguruan tinggi yang telah dibangun tersebut tidak dikembangkan kualitas dan kapasitasnya sehingga kualitas yang dimiliki selalu sama semenjak dari dibangun sampai pada ditutup. Tentu saja, dengan perbedaan perhatian yang diberikan pemerintah kepada daerah-daerah Timur, tidak heran jika kita melihat gejolak-gejolak yang terjadi misalnya di Papua yang menuntut kemerdekaan dari pihak NKRI. Memang sebagai bangsa dan negara, kita mempunyai suatu kewajiban untuk mempertahankan kesatuan seluruh warga bangsa dan negara di bawah naungan NKRI, tetapi tidak cukup hanya dengan ucapan saja. Dengan memberi pendidikan dengan kualitas yang amat rendah serta sangat sedikit di daerah-daerah Indonesia Timur, maka sama saja pemerintah “membunuh” warga Indonesia Timur dengan halus dan perlahan-lahan. Karena dengan memberikan pendidikan yang sangat buruk sama saja dengan menghancurkan masa depan dan kehidupan generasi muda di sana. Apabila generasi muda hancur, maka sama saja dengan menghancurkan seluruh generasi dari suatu kelompok. Beginilah pentingnya posisi kaum muda, maka sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian yang setara kepada seluruh wilayah tanpa terkecuali dan tanpa pertimbangan-pertimbangan tidak logis yang secara khusus menganakemaskan suatu wilayah dan menganaktirikan wilayah yang lain. Suatu bangsa didirikan dengan komitmen dan harus selalu dijalankan dengan komitmen dan konsistensi bahwa memang kita semua adalah satu dan setara, sejak awal pendirian negara dan sampai selamanya, karena dengan alasan itu pulalah kita memilih negara kita dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila sebagai semangat kita bersama dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Categories:

Leave a Reply

Kalender Liturgi

Artikan situs ini (Translator)

Buku tamu


ShoutMix chat widget

Lokasi Tamu

Mari Berlangganan

GET UPDATE VIA EMAIL
Dapatkan kiriman artikel terbaru langsung ke email anda!
Diciptakan berkat anugerah Allah kepada Tarsisius Angelotti Maria. Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Cari Blog Ini